“DONGA” SEJARAH GEDUNG MTQ
P
Property: Moderatorsua
-
Sep, 07 2023
Foto ini adalah salah satu kegiatan ibu-ibu pada tahun 90-an di dalam gedung MTQ.

Oleh: Rasman Bumaona
Ana, kamong dari Sanana?
Saya Tete. Jawab dua orang anak muda kepada seorang kakek yang sedang duduk di depan rumahnya.

Kamong Lia orang su gusur gedung MTQ ka?” Kakek kembali bertanya.

“Sudah Tete. Dong sementara bagusur,” Jawab anak muda itu kembali.

“Bahu ini ta. Bahu ini yang pikul kayu waktu kerja gedung itu,” lanjut si kakek dengan nada sedih dan air mata yang mulai menetes.

(Dialog antara dua orang anak muda yang baru saja ditugaskan di Desa Baleha, dengan seorang Kakek pada tahun 2007).

Dulunya Gedung MTQ berada di halaman Benteng Van Der Wachting (Benteng Sanana) dan terletak diantara Rumah Adat dan gereja milik keluarga kami umat Nasrani.

Gedung ini di bangun secara gotong royong oleh masyarakat Sula dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Kecamatan Sanana.
Sewaktu Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) dan masyarakat berjuang memekarkan Sula menjadi Kabupaten, gedung MTQ menjadi salah satu tempat konsolidasi dan mobilisasi. Gedung MTQ adalah saksi sejarah atas perjuangan yang panjang itu.

Usaha memekarkan Sula menjadi kabupaten yang definitif telah di mulai sejak tahun 1959. Dan di gedung MTQ, rapat-rapat dilakukan. Penugasan-penugasan dijalankan. Iuran-iuran diusahakan dan dikumpulkan, dan lain sebagainya.

Atas perjuangan panjang HPMS dan masyarakat Sula, tanggal 31 Mei Tahun 2003, Kepulauan Sula dimekarkan menjadi Kabupaten baru. Masyarakat bersuka cita menyambut hasil perjuangan mereka yang dilakukan sudah begitu lama.

Tahun 2004 Pilkada dilaksanakan. Hi. Ahmad Hidayat Mus atau yang biasa disapa AHM terpilih menjadi Bupati. Baru tiga tahun berkuasa, gedung MTQ pun ia gusur. Begitu juga dengan rumah adat dan gereja. Di atas lahan tiga bangunan ini, AHM membangun kediaman bupatinya yang dinamakan Istana Daerah (ISDA).

ISDA berdiri. Gedung MTQ lenyap.
Lenyapnya gedung MTQ menandai lenyap pula hubungan generasi muda Sula hari ini dengan tempat yang penuh dengan nilai sejarah itu.

AHM telah berhasil. Berhasil melucuti ingatan dan ikatan sejarah perjuangan pemekaran dari generasi muda Sula hari ini dengan gedung MTQ. Berhasil mengubur kerinduan dan nostalgia akan banyak kegiatan dan momentum yang pernah diadakan di gedung MTQ. Dan juga berhasil menghapus usaha dan keringat dari orang tatua yang bergotong royong membangun gedung MTQ agar tidak lagi mengucur membasahi badan dan ingatan anak cucunya. Beta, ale, deng gandong dong samua telah dipaksa melupakan sejarah ini. Kita hanya akan mengingat ISDA dan siapa pendirinya.

Mengingat ISDA adalah mengingat AHM. Itulah tujuannya sejarahnya, sehingga anak-anak muda hari ini dan yang akan datang tidak lagi menari dengan DONGA SEJARAH GEDUNG MTQ.

Selamat Ulang Tahun Ibu Bupati dan Selamat Ulang Tahun Gedung MTQ. (PANAG PON).

© 2023 Moderatorsua | All rights reserverd.